Breaking

LightBlog

Selasa, 17 April 2018

Harga Token Listrik dan Tempat Membelinya yang Tepat

Saat ini, untuk menggunakan listrik Anda bisa melakukan pembayaran terlebih dahulu sebelum menggunakan listrik atau token atau prabayar atau Anda bisa menggunakan listrik terlebih dahulu kemudian baru membayar atau pasca bayar. Saat ini yang sudah banyak dipilih oleh masyarakat adalah jenis token listrik. Untuk harga token listrik ada yang harganya Rp 20.000 bahkan ada yang Rp 2 jutaan.


Untuk membeli token listrik tersebut, ada beberapa cara yang bisa Anda lakukan, yaitu:

  • Dengan mengunjungi agen resmi yang menjual token listrik misalnya agen PLN atau agen yang lainnya.
  • Di situs online misalnya di toko online terpercaya yang melayani pembelian dan penjualan token listrik.
  • Di loket PPOP atau payment point online bank.
  • Di ATM langsung.
  • Di minimarket tertentu yang menyediakan jasa pembelian token listrik.
  • Lewat SMS ataupun aplikasi khusus.

Harga token listrik ada yang Rp 20.000, Rp 50.000, Rp 100.000, Rp 500.000, Rp 1 juta dan Rp 2 juta. nilai voucher tersebut bisa Anda sesuaikan dengan besar kebutuhan Anda dengan penggunaan listrik minimal 1 bulan sehingga Anda tidak perlu lagi untuk mengisi dan membeli token listrik setiap kali listrik habis bahkan beli sampai 1 bulan penggunaan yang bisa menyebabkan pengeluaran Anda menjadi bertambah banyak.

Dalam pembelian voucher tersebut, sudah termasuk:

  • kWh atau daya listrik yang bisa untuk Anda pergunakan nantinya.
  • PPJ atau pajak penerangan jalan yang perhitungannya tergantung dari masing-masing daerah.
  • Biaya materai ada yang Rp 3.000 untuk token Rp 250.000- 1 juta dan Rp 6.000 untuk token yang nilainya diatas 1 juta rupiah keatas.
  • Biaya administrasi. Besar biaya administrasi tersebut berbeda-beda setiap gerai dan bank sehingga bisa saja yang Anda mendapatkan biaya administrasi yang besar atau yang murah.

Tidak sedikit yang masih bingung mengenai isi dari voucher listrik tersebut apakah isinya akan sesuai dengan besar voucher yang dibeli atau kurang dari nilai tersebut atau dalam kWh. Misalnya Anda membeli token Rp 100.000 dan mendapatkan listrik sebanyak 70,93 kWh. Perhitungannya adalah saat Anda membeli token tersebut, Anda sudah dibebani dengan biaya administrasi yang besarnya berbeda untuk tiap bank dan agen. Setelah itu ada pula biaya materai yang sesuai dengan PP no. 14 tahun 2000. Biaya Rp 100.000 dari voucher yang Anda beli tersebut juga akan dikenai pajak penerangan jalan berdasarkan pada PP No. 28 tahun 2009, misalnya untuk di DKI, Anda akan dikenai pajak penerangan jalan sebesar Rp 2,4%.

Dari permasalah tersebut, misalnya biaya admin sebesar Rp 1.800, biaya materai 0 karena Anda membeli token yang nilainya kurang dari Rp 250.000 dan biaya PPJ sebesar 2,4% maka nilai token yang akan Anda dapatkan adalah sebesar 95.898. nilai tersebut ditambahkan dengan tari RI-1300 sebesar 1.352 sehingga besar daya listrik yang akan Anda peroleh adalah sebesar 70,93 kWh. 

Karena harga token listrik yang bervariasi dengan jumlah daya listrik yang berbeda untuk masing-masing voucher yang bisa Anda beli di toko online atau di tempat lainnya yang sudah ditentukan, maka Anda harus tahu terlebih dahulu berapa besar daya yang Anda butuhkan minimal untuk per bulannya. Setelah mendapatkan voucher token listrik maka Anda harus memasukkan nomor voucher tersebut dengan benar agar bisa digunakan dengan baik.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Adbox