Breaking

Selasa, 17 April 2018

Info Timnas Indonesia Hal yang Harus dibenahi

Membela Timnas baik sebagai pemain ataupun sebagai pendukung dengan mengenakan jersey yang dibeli di toko online menjadi kebanggaan tersendiri. Walaupun banyak cerita manis dan menarik seputar info Timnas Indonesia, ada pula pengalaman atau cerita yang kurang baik dan mengecewakan. Pertama adalah kekalahan telak 10-0. Saat babak penyisihan Piala Dunia Brazil 2014 PSSI memberangkatkan tim yang hanya diisi para pemain dari kompetisi legal dan kala itu sedang terjadi dualisme di tubuh PSSI. Timnas tidak lagi dilatih Wim Rijsbergen namun, Aji Santoso yang menjadi pelatih. Hasilnya, kekalahan 10-0 di Manama dan kekalahan terbesar sepanjang masa yang bahkan melampaui kekalahan kala dikalahkan Denmark 9-0 di tahun 1974.

Kedua adalah suap di tahun 1962. Suap yang dilakukan tim yang ada di bawah asuhan Almarhum Tony di tengah persiapan Indonesia kala akan menghadapi Asian Games 1962 di Indonesia menjadi corengan tersendiri. Kala itu tim dibagi menjadi Banteng dan Garuda dan menggelar uji coba dengan melawan Torpedo Moskwa serta Yugoslavia Selection dengan kekalahan 3-2 saat lawan Yugoslaia Selection. Bukan kekalahan yang menyebabkan hasil menjadi mengecewakan namun pemain Timnas yang menerima suap sehingga kepolisian harus menahan dan memeriksa sejumlah pemain. Karena hal tersebut Pogacnik terpaksa membentuk tim baru dan hasilnya, tersisih di Asian Games.

Ketiga adalah kalah dipenyisihan grup AFF 2010. Harapan Indonesia untuk menang dan memboyong piala AFF 2010 setelah puasa gelar sejak tahun 1991 harus pupus kala kalah di 3 pertandingan di final. Sebagai musuh bebuyutan, Malaysia berhasl mempermalukan Indonesia di depan pendukungnya sendiri dengan agregat 5-1 di Senayan setelah hanya mampu membalas 2-1 dari agregat sebelumnya yaitu 3-0. Buntut dari hal tersebut adalah dipecatnya Alfred Riedl 6 setelah kekalahan tersebut dan diganti secara kontroversial dengan Wim Rijsbergen sebagai pelatih baru.

Info Timnas Indonesia Hal yang Harus dibenahi


Keempat adalah kekalahan telah 0-7. Bukan hanya info Timnas Indonesia jika masyarakat ingin Timnas meraih gelar, melainkan fakta yang hingga kini belum terealisasikan. Indonesia yang sempat melaju hingga perempat final Piala Asia 2007 harus terhenti setelah kalah. Di penyisihan piala dunia, Indonesia harus mengakui kemenangan Suriah 1-4 dan di Sea Games 2007 Indonesia yang kala itu diasuh Ivan Kelov untuk Timnas U-23 harus mengakui kemenangan 7-0 di Damaskus dan juga gagal total di Nakhon Rachasima, Thailand. Karena hal tersebut, akhirnya Benny Dollo yang menjadi pelatih di awal tahun 2008.

Kelima adalah kekalahan 5-0 atas China di Piala Asia 2004. Optimisme Indonesia melambung kala menundukkan Qatar di pertandingan perdana. Namun, hasil tersebut tidak diimbangi dengan kemenangan kala menghadapi China. Alex Pulalo harus rela mendapat kartu merah menit ke-29 dan akhirnya Garuda menyerah 5-0. Tidak hanya berhenti di situ, Indonesia juga kalah dari Bahrain 3-1 sehingga gagal masuk delapan besar. Akhirnya Kolev dan digantikan oleh Peter Withe untuk Piala AFF 2004. Hasilnya, Timnas tampil mempesona di AFF 200Hasilnya, Timnas tampil mempesona di AFF 2004.

Keenam adalah gol bunuh diri di Piala Tiger 1998. Menurut info Timnas Indonesia, kala Indonesia melawan Thailand di Piala Tiger 1998, pada menit ke-90, pemain Indonesia yaitu Mursyid Effendi melesakkan bola ke dalam gawang sendiri yang menyebabkan Thailand menang 3-2 dan harus berhadapan dengan Vietnam di semi-final. Setelah itu, Ketua Umum PSSI Azwar Anas mengundurkan diri karena insiden memalukan itu dan Mursyid dijaringan bermain untuk Timnas seumur hidup oleh FIFA.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Adbox